Sabtu, 14 Januari 2012

Taylor Swift Ours

Setelah berbahagia melalui single Mine, bergalau ria dengan Back To December, meneriakan “stop bullying” lewat single paling country; Mean, mencoba menggabungkan genre rock dan country ke dalam The Story of Us, merangkum semua kenangan bersama fans melalui Sparks Fly, kini saatnya Taylor Swift dan gitarnya beraksi lewat single Ours. Mungkin Anda lelah dengan kebanyakan single akhir-akhir ini yang mengusung synth-synth di dalamnya. Mungkin Anda bosan mendengar lagu-lagu bergenre dance yang addicted di awalnya, tapi membosankan di akhirnya. Namun, tidak untuk single ini. Tidak ada synth pop maupun beat-beat menghentak yang mengajak Anda untuk menari. Bersyukurlah karena Princess Country kita masih menjadi dirinya sendiri dan tidak berniat mengikuti pasar dalam menulis lagu.
Elevators buttons and morning air
Stranger’s silence makes me wanna take the stairs
If you were here, we’d laugh about their vacant stares
But right now, my time is theirs
Ours dibuka dengan petikan gitar yang dimainkan secara manis. Gitar itu menggema sepanjang lagu, tapi bukan tipe lagu akustik. Temponya slow tapi santai. Nada-nadanya ringan dan renyah. Melodinya mengalun dengan alami. Ditambah lagi degan suara Swift yang terdengar manis dan menyatu dengan lagu.
Seems like there’s always someone who disapproves
They’ll judge it like they know about me and you
And the verdict comes from those nothing else to do
The jury’s out, but my choice is you

Dirilis pada tanggal 21 November 2011, Ours menceritakan tentang orang-orang yang tidak setuju dengan hubungan Taylor dan pacar ‘imajinernya’. Orang-orang itu menjudge hubungan mereka seolah-olah mereka tahu banyak hal tentang mereka berdua. Kisah yang cukup jarang diangkat dalam sebuah lagu.
Don’t you worry, your pretty little mind
People throw rocks at things that shine
And life makes love look hard
The stakes are high, the water’s rough, but this love is ours

Tapi jangan mengira Ours adalah lagu cengeng, di mana Taylor akan jatuh oleh cercaan orang-orang itu. Tidak sama sekali. Pada refrain, Taylor mengingatkan pada kita untuk percaya bahwa ‘people throw rocks at things that shine’. Yup, orang-orang selalu menjatuhkan sesuatu yang berada di atas, dan meredupkan sesuatu yang bersinar. Pada akhirnya, Taylor tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang-orang tentang hubungannya. Tidak peduli seberapa tinggi resikonya, ini adalah hubungannya dan pacarnya. Bukan hubungannya dengan orang lain.
And don’t you worry, your pretty little mind
People throw rocks at things that shine
But they can’t take what’s ours, they can’t take what’s ours
Orang-orang boleh berkomentar, boleh mencaci, tetapi mereka tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita miliki. The stakes are high, the water’s rough, but this love is ours.
Ours memang merupakan salah satu lagu terbaik Taylor jika Anda menyukai lagu ringan, namun Ours bukan pilihan tepat untuk sebuah single. Kurang addicted. Jika Taylor ingin mengembalikan era Fearless—dalam artian menduduki peringkat atas chart musik, ia butuh merilis single-single potensial seperti Enchanted. Atau jika ia menginginkan track bonus untuk dijadikan single, If This Was a Movie adalah pilihan yang tepat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar