Jumat, 26 Oktober 2012

FRANCHISE KEBAB TURKI BABA RAFI



PENGERTIAN FRANCHISE
franchise adalah duplikasi bisnis yang telah sukses, sehingga bagi mereka yang akan membeli bisnis franchise tidak perlu lagi bersusah payah menjalankan bisnis ini dari awal dan tidak perlu harus jatuh bangun untuk memulai bisnis ini. Mereka hanya menjalankan sistem yang telah berjalan tinggal start up langsung meneruskan bisnis  yang  memang telah teruji keberhasilannya.

KEBAB TURKI BABA RAFI


KEBAB TURKI BABA RAFI (KTBR), sebuah bisnis makanan cepat saji yang kini semakin dikenal luas. Dengan produk utama ”Kebab”, yang lezat dan bercitarasa khas terbukti bukanlah bisnis musiman seiring dengan kiprahnya yang aaa menusantara bahkan siap merambah Asia Tenggara. Di bawah naungan manajemen PT. Baba Rafi Indonesia, KTBR dikelola dengan penuh semangat muda, integritas dan inovasi yang tak kenal henti, terbukti 800 outlet berdiri dalam kurun waktu pengembangan 8 tahun. Gelar THE BEST AND THE LARGEST LOCAL FAST FOOD FRANCHISE pun diraih. Tentu saja langkah sukses itu tercapai berkat kerja sama saling dukung antara Franchisee dengan Franchisor.

Deretan penghargaan yang diraih semakin membuktikan profesionalisme PT. Baba Rafi Indonesia. KTBR sangat siap menginternasional, kini bukan lagi local business tapi international business. Usaha waralaba makanan ini dimulai pada 2003 dengan membuka outlet pertamanya di Surabaya. Modal awal yg dikeluarkan oleh Hendy saat itu sebesar Rp 4 juta yg ia gunakan untuk membeli gerobak (counter) dan peralatan lainnya seperti kompor dan penggorengan.


Kendala di awal usaha diakui oleh Hendy terletak pada sulitnya menjaga kualitas (standar) daging sapinya karena masih memproduksi sendiri.

Kini, bekerjasama dgn PT Belfoods Indonesia, Hendy tak perlu kuatir dgn produksi daging untuk kebab, karena sudah ditangani oleh ahlinya. Sebab PT Belfoods Indonesia telah memenuhi standar yg telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan makanan (BPOM) dan memiliki sertifikat MUI.

Untuk mendistribusikan daging yg telah diproduksi oleh PT Belfoods Indonesia, Hendy mendirikan sebuah warehouse yg ia bangun di kota-kota besar, seperti Surabaya, Malang, dan Semarang.

Melalui warehouse inilah kemudian daging yg dibutuhkan didistribusikan lagi ke outlet-outlet yg tersebar di sekitarnya. Pengiriman daging ini dilakukan seminggu dua kali atau tergantung kebutuhan.

Mengenai kebutuhan daging sapi, Hendy mengungkapkan dalam sehari ia bisa menghabiskan sebanyak 1 ton daging sapi atau setara dgn 7 ekor sapi. Dgn adanya target dibuka sebanyak 1.001 outlet di 2011 ini, maka diperkirakan akan mengahbiskan 3 ton daging sapi/hari.

Untuk menjalankan seluruh outlet Kebab Turki Baba Rafi, sudah terserap sebanyak 1.200 tenaga kerja. Bisa dibaygkan usaha ini sangat prospektif untuk dikembangkan dan membawa banyak manfaat untuk menambah lapangan pekerjaan.

Menu andalan Kebab Turki Baba Rafi adalah kebab yg dijual dgn harga Rp 12.000. Selain itu juga ada menu hotdog seharga Rp 10.000, beef burger Rp 9.500, dan menu lainnya.

Untuk mengembangkan usahanya, sejak 2005 usaha Kebab Turki Baba Rafi dikelola secara Waralaba (franchise). Hingga 2011 ini, sudah resmi dibuka sebanyak 650 outlet. Namun, untuk daftar tunggunya sudah mencapai angka 750 outlet yg tersebar di seluruh Indonesia.

Ternyata kesuksesan Kebab Turki Baba Rafi tidak hanya di Indonesia. Hendy telah menandatangani MoU dgn Filipina untuk membuka cabang di sana.

Usaha ini membuka peluang yg sangat luas. Jika Anda ingin mendulang kesuksesan yg sama, Kebab Turki Baba Rafi membuka kesempatan yg lebar.

Dgn modal awal Rp 55 juta, Anda akan mendapatkan 1 set lengkap yg terdiri dari counter dan peralatan lainnya (misal penggorengan dan alat pemanggang daging), karyawan yg sudah dilatih, dibantu mencari lokasi usaha, masa kerja selama 5 tahun, manual book (SOP), paket promosi (misal banner, neon box), dan lain-lain. Hendy mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu 18 bulan sudah bisa balik modal.

Omzet 1 outlet biasanya sekitar Rp 10-Rp 15 juta per bulan, bahkan ada yg mencapai Rp 60 juta, tergantung dari lokasi usahanya. Usaha ini sangat prospektif untuk dikembangkan karena semakin lama makanan kebab banyak dikenal masyarakat.


Visi 2012

2012, Kebab Turki Baba Rafi siap merajai bisnis makanan cepat saji ala timur tengah, dengan target penambahan gerai di beberapa negara Asia Tenggara. Setelah sukses melebarkan sayap ke Malaysia dengan secara resmi PT. Baba Rafi Indonesia terdaftar sebagai anggota Malaysian Franchise Association, maka target selanjutnya adalah menaklukkan Negeri Gajah Putih, Thailand. Selain karena negerinya yang terkenal dengan pariwisata tradisional, karakteristik penduduknya justru menjadi alasan yang membuat KTBR tertantang untuk membuat mainstream baru dengan makanan cepat saji ala timur tengah.

Target dalam negeri tentu saja fokus pada maintaining 800 outlet yang telah beroperasi. Di Nusantara KTBR masih sejumlah 600 outlet, inilah alasan kami untuk tetap pada “sales!, sales! dan sales!” . masih terbuka banyak peluang pasar yang dapat dibidik dan diciptakan. Oleh karenanya di 2012 angka 1001 outlet akan ditembus baik di Malaysia maupun Indonesia.


ANALISIS WEBSITE


website resmi dari franchise kebab baba rafi yang di analisa yaitu http://http://babarafi.com/
berikut ini adalah tampilan halaman depan website tersebut :

1. Accessibility
Aspek Accessibility dalam website Baba Rafi menurut sudah cukup terpenuhi, karena website ini mempergunakan bahasa Internasional (English) maupun bahasa Indonesia.

2. Esthetically Pleasing
Penempatan menu terstruktur. Terdapat perbedaan warna antara Menu utama dan sub menu. Selain dari itu komposisi warna dan jenis tulisan terlihat simple dan efektif sehingga tidak cepat membuat mata lelah.

3.Availability
Website Baba Rafi ini jika dilihat dari segi availability sudah memenuhi. Hal ini dapat dilihat dari tampilan utamanya yang menyediakan semua menu untuk mengakses semua halaman.

4.Clarity
Menurut saya website ini sudah sangat baik. Terlihat dari penamaan menu yang jelas dan sesuai dengan fungsionlaitas yang diberikan. Selain dari pada itu terdapat menu yang memungkinkan kita menemukan lokasi tempat terdekat dengan cara memasukan kode wilayah kita.

5. Compability
Pengenalan Product dirasa kurang baik karena menu yang terdapat list menu hidangan tidak mucul atau kosong.


  
6.Configurability
Dari segi configurability, menu pada website ini sangat dimudah dipahami dan digunakan oleh user.

7.Consistency
Dilihat dari tampilannya, website ini konsisten. Terbukti dari tampilan yang sama di beberapa menu. Misalnya, di halaman utama akan memiliki tampilan yang sama dengan tampilan di halaman menu lainnya.

8. Control
Penggunaan menu pada web dan tidak akan membingungkan user meskipun baru pertama kali dalam menggunakan web ini sehingga sangat membantu user saat mencari informsai yang dibutuhkan.

9. (Directness) Keterusterangan dan Kelurusan
Dalam web ini menurut saya sudah directness karena menu atau tampilnnya sudah jelas dan tidak ada yang disembunyikan.
1. Adanya sebuah cara yang menjadi usulan yang dapat dilihat secara nyata. Misalnya di dalam sebuah usaha Baba Rafi ini system tersebut terbuka dan bagi orang yang mengakses atau menggunakannya dapat melihat secara jelas.
2. Dalam system ini aksi objek dapat dilihat langsung bagi orang yang menggunakannya.
Tapi di layar utama web Baba Rafi tersebut (home page) masih sedikit membingungkan karena pada setiap kotak yang ada kelihatan menonjolkan sisi fun atau bersifat anak muda. Masih ada juga cuplikan iklan atau yang lain sebagainya.

10. Efficiency (Efisiensi)
Dalam program Baba Rafi itu juga sudah efisien karena tidak banyak lagi menggunakan pergerakan untuk mengaksesnya. Karena menu-menu yang disediakan sudah cukup jelas bagi orang yang memakainya. Seperti misalnya dalam pemesanan makanan user dapat melihat menu-menu yang telah disediakan dan memilih menu yang diinginkan. Menu-menu atau pilihan-pilihan yang ada dalam system ini juga dibuat secara jelas, lengkap dan terurut agar si pemakainya tidak susah untuk mengaksesnya. Sehingga waktunya juga efisien dan tidak membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencari kebutuhan yang diinginkan.

11. Familiarity (Keakraban/Keramahan)
Web ini juga sudah menggunakan bahasa yang ramah bagi user. Mungkin ada satu atau dua hal yang user susah untuk mengerti atau mungkin bagi bahasa yang banyak menggunakan bahasa Inggris.

12. Flexibility (Fleksibilitas)
Dalam web ini juga sudah fleksibelitas antara system dan pemakai. Sebagai Contoh :
Antara pemakai dan system tidak susah untuk menggunakannya. Dimana si pemakai tersebut tinggal mengakses web tersebut dan melihat menu-menu apa saja yang tersedia dan terlihat secara jelas.

13. Forgiveness (Adanya Toleransi)
Menurut saya web ini juga sudah banyak bertoleransi seperti contohnya jika pemakai salah dalam melakukan perintah-perintah yang ada maka tidak langsung di blog tetapi memberi pertanda kesalahan yang terjadi maka dapat pemakai dapat mengulang pengaksesannya. Mungkin yang menjadi kekurangannya adalah karena tidak memiliki button buat “back” dan yang ada hanya ke menu “home”.

14. Immersion (Penyelaman atau perendaman)
Website ini sudah menggunakan prinsip immersion, karena didalam website ini ada system pembookingan. Contohnya : pelanggan bisa memesan dulu dan tidak memanggil langsung. Seperti memesan pagi untuk mengambilnya sore atau malam harinya.

15. Obviousness (Nyata dan Jelas)
Sistem yang telah dibuat juga sangat berguna dan dimengerti oleh pemakainya sendiri karena dibuat dengan jelas dan nyata.
Pemakai mengerti system tersebut untuk apa dan bagaimana untuk melihat menu-menu yang ada pada web Baba Rafi tersebut dan tahu juga kapan waktu kita melakukan perintah-perintah dan dimana kita harus memasukkan perintah-perintah untuk pengaksesannya.

16. Operability (Sandiwara)
Dalam web ini juga sudah menjamin system yang telah dirancang dapat berguna untuk setiap orang yang menggunakannya. Karena system tersebut dibuat tidak repot dan system tersebut mudah untuk digunakan dan menarik juga bagi yang menggunakannya.

17 . Perceptibility
Desain dari menu-menu yang ada di website ini sangat mudah digunakan. Terdapat menu yang memudahkan pelanggan untuk melihat menu makanan apa saja yang tersedia dilengkapi dengan gambar dan kandungan nutrisinya.

18. Preditability
Dalam website ini, aspek predictability sudah cukup baik. Pada pemilihan berbagai menu, web ini menyediakan informasi yang diprediksikan akan diakses oleh user. Misalnya ketika user mengakses menu dan memilih salah satu dari menu yang tersedia, maka ada menu nutrisions sebagai informasi nutrisi kandungan makanan yang diprediksikan akan diakses user.

19. Recovery
Website ini sudah menggunakan prinsip Recovery . Hal ini ditunjukkan pada menu OFFERS dimana user diminta untuk memasukkan e-mail address-nya. Jika user melakukan kesalahan pada saat proses penginputan, setelah submit mengantisipasi dan memperingati user tentang kesalahan yang dilakukan.

20. Responsiveness
Website ini memiliki responsiveness yang cukup baik karena menampilkan setiap lokasi cabang babarafi diseluruh kota secara detail lengkap dengan letak dan alamatnya.

21. Safety
Dalam website Baba Rafi ini sudah menerapkan prinsip safety. Adanya reminder bagi pelanggan dalam hal penginputan e-mail serta kode pos misalnya. Dengan adanya reminder dalam penginputan tersebut dapat meminimalisir kesalahan user dalam menggunakan website ini. Namun keamanan untuk franchising-nya masih terlalu lemah dari sisipemesanan franchise itu sendiri.

22. Simplicity
Menurut saya, website ini kurang menerapkan prinsip simplicity. pada website ini cenderung menampilkan seluruh menu dan gambar-gambar secara lengkap dan detail sehingga kurang simple bila dilihat.

23. Transparency
Menurut saya, website ini sudah cukup menerapkan prinsip Transparency. Website ini sudah dapat membuat user untuk fokus pada menu-menu yang ada. Misalnya pada menu nutrition, ketika user memilih menu ini akan ditampilkan nutrisi dari makanan yang ada tanpa perlu memikirkan hal lain diluar nutrisi.

24. Trade-offs
Dari analisis beberapa prinsip yang telah dilakukan diatas, hamper semua prinsip digunakan dengan baik. Walaupun tidak semua prinsip diterapkan secara maksimal

25. Visibility
Website ini sudah cukup menerapkan prinsip visibility. Hal ini ditandai dengan adanya penunjuk progress ketika kita melakukan pencarian (Find BK),\.

Kelebihan :
  • Menu-menu pada web tersebut sangat mudah digunakan, bahkan bagi pengguna pertama.
  • Komposisi warna dan jenis tulisan sangat pas dan tidak berlebihan sehingga tidak cepat membuat mata lelah.
  • Tampilan yang menarik disertai gambar-gambar aneka menu makanan
  • Terdapat menu pelengkap seperti contact person, pencarian lokasi, seminar, liputan , achievment, franchise dll.


Kekurangan Dari web Baba Rafi :
  • Akses untuk membuka halaman cukup berat karena animasi terlalu banyak.
  • Button “back”nya tidak ada, navigator buttonnya kurang, adanya untuk ke menu “home” saja, padahal beberapa user sering menggunakan button “back” tidak hanya “home”, dan lagi menu homenya terkadang error atau tidak mau jalan. 
  • Tidak adanya tampilan Menu pada list menu. Begitu juga pada list liputan.


Saran :
  •  Menambahkan menu pemesanan disertai harga-harga dari masing-masing menu
  • Menambahkan button untuk BACK untuk akses kembali ke menu sebelumnya
  •  Mengurangi gambar-gambar animasi agar pengaksesan tidak memakan waktu yang lama





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar